100
tahun kemudian, bumi perlahan menunjukkan kemarahannya, dimana muncul
fenomena-fenomena alam dan sosial yang sangat membingungkan, dimana yang
sebelumnya pemanasan terjadi terus-menerus mengakibatkan es di kutub selatan
mencair secara dramatis dan meningkatkan volume air laut sehingga merendam
daratan, dan luas daratan berkurang sekitar 67% sehingga pemadatan penduduk
akan terus terjadi, dan persaingan memperebutkan sumber daya untuk bertahan,
konspirasi, genosida, peperangan, invasi, pere
butan wilayah semakin marak
terjadi. Ilmuan, dan dokter diseluruh dunia dianggap tidak mampu menangani
situasi dan mereka menyalahkan umat manusia, sehingga mereka terpaksa dipenjara
di bawah tanah karena undang-undang internasional tentang manusia pintar yang tidak
berguna. Penjara bawah tanah diberlakukan, karena pada masa itu tempat di
daratan sudah sangat sedikit, dan penjara bawah tanah dianggap efisien untuk
meminimalisir penggunaan wilayah. Negara-negara di dunia sepakat untuk bersatu
menjadi satu Negara bernama Uochift
Nationale of Gution disingkat UNG, itu adalah makna negara leburan dari
seluruh dunia dengan mengandalkan 20 bahasa dari seluruh dunia untuk membuatnya
demi kesatuan Negara itu. Tetapi sebenarnya UNG adalah Negara yang tidak
memiliki dasar, karena UNG dibuat dalam situasi darurat.
Alam semakin mengerikan, musim
menunjukkan reaksi global nature yang
mengakibatkan seluruh wilayah menemui siklus cuaca yang sama dan kontinyu. Suhu
air asin mencapai 47°C, Air tawar mencapai 30°C. Dimalam hari suhu mencapai
-3°C dan pada siang hari mencapai 45°C. karena kondisi yang seperti ini
mengakibatkan 200 juta orang tewas, terutama di kawasan benua asia adalah yang
terbesar. Ini disebabkan Negara asia khususnya asia tenggara ialah wilayah
tropis yang memiliki cuaca yang sangat ringan sebelumnya. Penyakit menular
memakan korban terbesar dibenua afrika yaitu sekitar 420 juta orang tewas
karena virus E.R.C yang memiliki gejala pembengkakan pembuluh darah di otak,
dan meninggal dalam waktu paling lama 2 jam, dan vaksinnya belum diketahui. Di
sisi lain agama sudah tidak diperhitungkan pada masa itu karena kondisi sosial
yang tidak stabil dan alam yang tidak kondusif merubah prilaku manusia untuk
lebih memikirkan makanan, air dan tempat bernaung. Dr. Ruchieft Wormburg adalah seorang ilmuan berdarah jerman, lulusan University of Berlin untuk program studi
Geologi Spesifik yang berhasil bertahan hidup, menemukan sesuatu yang sangat
aneh pada pergerakan lempeng tektonik pada kedalaman 500 meter dibawah
permukaan daratan. Pergerakan semakin besar dari tahun ke tahun. Pada tahun
2134 memutuskan untuk melakukan ekspedisi untuk meneliti gerakan tektonik
tersebut. Dr. Ruchieft Wormburg
dibantu 3 orang yaitu Dr. Smith
Fuscherbach seorang Biologist,
Dr. Noor Emre seorang pakar lingkungan,
dan adik tiri Dr. Ruchieft yaitu yang
masih seorang Mahasiswa jurusan Arkeolog Anthony
Wormburg. Meneliti Elte ialah
dataran di selatan bekas Rusia dekat perbatasan bekas Kazakstan. Itu adalah
tempat yang diakui memiliki pergerseran tektonik terbesar. Mereka menemukan
sebuah goa yang ditutupi oleh gerbang besi, 1 minggu setelahnya mereka berhasil
membuka gerbang besi tersebut, mereka masuk pada 8 Agustus 2134, dan setelah
itu tidak pernah kembali.
1 minggu kemudian, seorang petani
menemukan secarik kertas dan sebuah sepatu boots coklat yang diduga milik Dr. Ruchieft Wormburg di daerah goa
tersebut. Petani tersebut tampak kebingungan karena tulisan tersebut. “10. August 2134 kam der Teufel , in der
Tat..”
selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar